Program inovatif RKDD goes to School mendapat sambutan luar biasa dari komunitas SMP IT Mentari Ilmu Jatisari pada bulan Juli 2025. Antusiasme siswa terhadap program ekstrakurikuler yang diselenggarakan RKDD sedemikian tinggi sehingga mencapai 97 pendaftar, membuktikan keberhasilan inisiatif membawa pembelajaran digital ke sekolah.

Dua Kategori Pelatihan yang Komprehensif

RKDD menghadirkan dua kategori ekstrakurikuler wajib yang dirancang khusus untuk mengembangkan keterampilan digital siswa sesuai dengan minat dan tingkat perkembangan mereka.

Kategori pertama, Conten Core, adalah program khusus yang fokus pada pengembangan skills menjadi content creator profesional. Dalam kelas ini, siswa mempelajari berbagai aspek pembuatan konten berkualitas, termasuk produksi podcast, strategi membuat konten yang engaging, dan teknik storytelling digital. Program Conten Core dirancang untuk siswa yang memiliki passion dalam dunia digital content dan ingin mengembangkan karir sebagai content creator.

Kategori kedua adalah SKUAD (Siswa Kreatif Update Digital), sebuah program ekstrakurikuler yang menawarkan pembelajaran dalam tiga bidang utama: fotografi, videografi, dan desain. Antusiasme siswa terhadap program SKUAD begitu besar sehingga peserta akhirnya dibagi menjadi dua kelas untuk memastikan setiap siswa mendapatkan perhatian dan pembelajaran yang optimal.

Kurikulum yang Disesuaikan dengan Perkembangan Usia

Keunggulan program RKDD goes to School terletak pada pendekatan kurikulum yang disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman siswa SMP. Materi pembelajaran tidak hanya teknis, tetapi juga mempertimbangkan tahap perkembangan kognitif dan kreativitas siswa remaja.

Dalam modul fotografi, siswa belajar menangkap momen dengan perspektif visual yang kreatif. Materi disesuaikan untuk membangun fondasi yang kuat tanpa membebani dengan teori yang terlalu kompleks. Siswa diajak untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar mereka melalui lensa kamera dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.

Pelatihan videografi mengajarkan siswa cara merencanakan, merekam, dan mengedit video dengan software yang user-friendly namun profesional. Keterampilan ini tidak hanya berguna untuk keperluan akademis, tetapi juga membuka peluang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui medium visual yang dinamis.

Modul desain memberikan siswa pemahaman tentang prinsip-prinsip desain dasar, penggunaan warna, tipografi, dan komposisi visual. Dengan pembelajaran yang disesuaikan, siswa dapat mulai membuat karya desain sederhana yang memiliki nilai estetika dan fungsionalitas.

Respons Luar Biasa dari Siswa dan Sekolah

Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan bahwa siswa SMP IT Mentari Ilmu Jatisari sangat antusias terhadap kesempatan belajar keterampilan digital praktis. Sekolah, sebagai mitra RKDD, juga memberikan dukungan penuh dengan menjadikan program ini sebagai ekstrakurikuler wajib, menunjukkan komitmen institusi pendidikan terhadap pengembangan literasi digital siswa.

Pembagian peserta SKUAD menjadi dua kelas merupakan keputusan strategis yang memungkinkan RKDD untuk memberikan pembelajaran yang lebih personal dan efektif. Dengan jumlah siswa yang lebih manageable, setiap kelas dapat menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif dan mendukung perkembangan individual setiap peserta.

Dampak Jangka Panjang bagi Pengembangan Siswa

Program RKDD goes to School di SMP IT Mentari Ilmu Jatisari bukan hanya tentang mengajarkan skills teknis semata. Lebih dari itu, program ini membuka wawasan siswa tentang berbagai karir potensial di industri kreatif digital. Siswa yang mengikuti program ini diharapkan dapat menemukan passion mereka dan membangun portofolio sejak dini.

Kolaborasi antara RKDD dan SMP IT Mentari Ilmu Jatisari juga menunjukkan model sukses bagaimana lembaga komunitas digital dapat berkontribusi langsung dalam ekosistem pendidikan formal, memperkaya pengalaman belajar siswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan era digital.

Kesuksesan program RKDD goes to School di sekolah ini diharapkan menjadi katalyst untuk ekspansi program ke sekolah-sekolah lainnya, menjangkau lebih banyak generasi muda untuk mengembangkan keterampilan digital mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *